Minggu, 06 April 2014

BONUS: 10 RIDDLE PIC TERBARU

 

Sebagai bonus koleksi urban legend dan riddle terbaru, kali ini admin akan memberikan koleksi riddle pic terbaru. Sekilas gambar ini tampak biasa2 saja, namun jika diperhatikan baik2, maka kalian akan menyadari ada sesuatu yang menakutkan di balik gambar2 ini. Tak usah takut untuk mengklik kanan masing2 gambar ini dan memperbesarnya jika kalian belum mengetahui jawabannya, sebab tak ada satupun gambar di bawah ini yang bertipe gif alias gambar bergerak. Silakan pecahkan apa yang tersembunyi dalam gambar2 ini dan jawablah di comment. Tapi jangan terlalu eksplisit ya jawabannya, cukup dengan: liat di sisi sebelah … atau liat di pojok … Biar lebih seru.

Enjoy the riddle!

 

Riddle pic #1

aZ03T

Riddle pic #2

black-guy-when-you-see-it-you-ll-shit-brix-e361fb

Riddle pic #3

camera1

Riddle pic #4

creepy-bitch-when-you-see-it-you-ll-shit-brix-69abdc

Riddle pic #5

fiat-grande-punto-interior-when-you-see-it-you-ll-shit-brix-in-your-fiat-25aa7c

Riddle pic #6

fuan-no-tane-2730703

Riddle pic #7

IMJCa

Riddle pic #8

shitbx

Riddle pic #9

THREE HANDS

Riddle pic #10

zbU4W

Riddle pic #11

selfie-shit-brix-under-bed

Riddle pic #12

Shit_be65cb_628836

BONUS:

Tak ada yang perlu dipecahkan dari gambar ini, namun ini adalah permainan (a creepy one). Silakan perhatikan tanda plus (+) di bagian tengah gambar ini selama 30 detik. Kemudian arahkan pandangan kalian ke tembok yang kosong (usahakan tembok putih) kemudian berkediplah secepat mungkin dan terus-menerus … maka kalian akan melihat sesuatu yang menakutkan.

Try if you dare ….

scary shit

URBAN LEGEND #20: FLU

 

FLU

(Cerita ini adalah sebuah riddle)

 

“Halo apa kabar?”

“Halo, lama tak bertemu. Bagaimana kabarmu?”

“Apa kau baik-baik saja? Suaramu sedikit berubah.”

“Yah, jadi seksi ya?” temanku tertawa, “Aku sedang sakit flu.”

“Oh benarkah? Kau harus beristirahat dan minum obat!”

“Ya, aku seharian ini tidur terus kok.”

“Oh ya, aku ingin mengingatkanmu. Kau sudah baca berita belum? Ada pembunuh berkeliaran di kota ini. Ia suka membunuh korbannya diam-diam dengan masuk ke rumah mereka dan mencekik mereka dari belakang. Kau harus berhati-hati!”

“Tenang, aku selalu mengunci rumahku kok.”

“Kau tinggal sendirian kan? Lagian kau juga lagi sakit begitu. Bagaimana jika kau ke rumahku saja biar aman?”

“Oh, tak apa-apa? Nanti kau tertular?”

“Ah, aku sudah kebal. Bagaimana? Paling tidak ada yang merawatmu di sini.”

“Oke. Eh, aku lupa dimana rumahmu hehehe. Maaf, aku pusing sekali, tak bisa berpikir.”

“Bagaimana sih, kita kan tetangga? Aku tinggal di Blok B nomor 5 di kompleks barat rumahmu.”

“Oke tunggu, aku ke sana ya. Bye!”

URBAN LEGEND #18: NIGHT OF COLD DAY

 

NIGHT OF COLD DAY

MALAM YANG DINGIN

(Cerita ini adalah sebuah riddle)

 

Kami baru saja pulang kantor dan karena malam ini cukup dingin, temanku memutuskan membeli sesuatu yang hangat dulu di warung.

Saat aku berdiri di luar menunggunya, aku bertabrakan dengan seorang anak kecil.

“Oh maaf,” kataku, walaupun anak itu yang menabrakku. Namun anak itu tetap saja berlari tanpa bahkan melihat ke arahku. “Dasar anak sekarang,” pikirku, “Diajari apa sama orang tuanya?” Lagipula malam-malam begini mengapa anak sekecil itu berada di luar rumah?

Tiba-tiba seorang wanita berlari dengan tergopoh-gopoh ke arahku, “Apa anda melihat anak saya?” tanyanya.

“Oh, tadi ia berlari ke arah sana!” jawabku.

Temanku kemudian keluar dan kamipun melanjutkan perjalanan. Karena sangat mengantuk, aku segera tertidur. Namun paginya, aku menemukan berita mengejutkan di koran bahwa seorang ibu yang memiliki seorang anak ditemukan terbunuh di rumahnya malam itu. Yang membuatku kaget, peristiwa ini terjadi tak jauh dari warung dimana temanku membeli minuman hangat tadi malam. Ah, semoga saja wanita itu bukan ibu yang kutemui tadi malam. Kasihan jika benar. Lingkungan ini benar-benar tidak aman. Aku harus pindah secepat mungkin.

URBAN LEGEND #18: PARROT

 

PARROT

KAKATUA

(Cerita ini adalah sebuah riddle)

 

Aku mulai kesepian karena terlalu lama tinggal sendirian. Karena itu, aku memutuskan memelihara seekor burung kakatua. Kakatua itu mulai meniru semua perkataanku, bahkan menyapaku tiap hari. Tiap pagi ia selalu berkata, “Ohayou” (selamat pagi) dan tiap malam ketika aku pulang kerja, ia selalu berkata, “Welcome.” (selamat datang). Benar-benar burung yang pintar.

URBAN LEGEND #16: TEST OF COURAGE

 

TEST OF COURAGE

UJI NYALI

(Cerita ini adalah sebuah riddle)

 

Saat OSPEK, kami semua diharuskan mengikuti uji nyali di sebuah pemakaman tua. Kami dikirim berdua-dua untuk melintasi kuburan tersebut untuk menguji keberanian kami. Aku dan temanku sangat ketakutan karena saat itu sudah tengah malam.

Begitu sampai di kamp, kami berdua tertawa sambil menunjukkan tangan kanan kami yang membiru. Pasti karena kami berpegangan tangan terlalu erat saking takutnya. Kalau dipikir-pikir hal itu sangat konyol. Tak ada alasan bagi kami ketakutan seperti itu sebab tak ada satupun hal seram terjadi pada kami malam itu.

URBAN LEGEND #17: A KILLER INSIDE THE HOUSE

 

A KILLER INSIDE THE HOUSE

PEMBUNUH DI DALAM RUMAH

 

Aku terbangun tengah malam dan merasakan suatu perasaan tak enak.

Aku menyalakan lampu mejaku dan melihat genangan darah yang sangat banyak di selimutku.

Aku menjerit dan berlari keluar kamarku. Aku buru-buru turun ke lantai bawah dan melihat Buddy, anjingku, kini terbaring bersimbah darah di dasar tangga. Aku hendak keluar melalui pintu depan ketika aku mendengar suara di ruang makan. Pembunuh itu masih ada di sini!

Aku segera berlari ke atas lagi untuk menemukan orang tuaku, berharap mereka masih hidup.

Aku membuka pintu kamar orang tuaku dan melihat kolam darah di lantai. Darah menetes dari atas tempat tidur dimana kedua orang tuaku terbaring tak bernyawa.

Aku mendengar sang pembunuh naik ke atas. Pelan namun pasti, ia membuat suara decitan ketika kakinya menginjak anak tangga yang terbuat dari kayu.

Aku meringkuk di pojok ruangan,tak ada lagi jalan keluar.

Pembunuh itu masuk melalui pintu.

Aku bernapas lega. Itu bukan pembunuh, ternyata itu pria berseragam polisi.

Aku hendak berlari ke arahnya, meminta tolong. Namun ia justru bergerak mundur ketika ia melihatku.

“Ke...kenapa?” tanyaku ketakutan, “A...apa ia ada di belakangku?”

Kemudian ia berkata dengan suara tegas sambil berusaha meraih pistol yang ada di sabuknya.

“Nak, tenanglah dan berikan kepadaku pisau itu!”

URBAN LEGEND #13: LIVING ALONE

 

LIVING ALONE

TINGGAL SENDIRI

(Cerita ini adalah sebuah riddle)

 

Aku bertengkar hebat dengan orang tuaku dan akhirnya memutuskan untuk tinggal sendiri sejak dari sekarang. Hari pertama aku hidup mandiri, aku memulainya dengan hal-hal biasa, seperti sarapan, mandi, dan kemudian bersiap berangkat. Oh ya, hampir lupa ... aku harus membuang sampah. Akupun keluar dari rumah dan menyapa tetanggaku yang selalu meyirami tanamannya setiap pagi. Aku kemudian mengunci pintu kemudian berangkat. Benar-benar hari pertama yang sempurna!