Jumat, 03 Januari 2014

URBAN LEGEND #10: OUT OF BODY EXPERIENCE

 

OUT OF BODY EXPERIENCE

PROYEKSI ASTRAL

 

Apakah kamu pernah mengalami perngalaman keluar dari tubuhmu dan rohmu melayang-layang menyaksikan dirimu sendiri tertidur?

Aku pernah. Pengalaman itu tidaklah menakutkan seperti yang dibayangkan orang.

Yang menakutkan adalah menyadari bahwa kau bukanlah satu-satunya yang sedang memperhatikan tubuhmu tertidur.

***

URBAN LEGEND #11: DOWNSTAIRS

 

DOWNSTAIRS

DARI BAWAH TANGGA

 

“Saatnya berangkat sekolah. Ayo turunlah!” seru ibuku dari lantai bawah.

Aku tak menjawab.

Apapun yang baru saja memanggilku tak tahu jika ibuku sudah meninggal tiga tahun lalu.

***

URBAN LEGEND #8: MY DAUGHTER

 

MY DAUGHTER

PUTRIKU

 

Tiap malam, anak perempuan kami selalu menangis, membuat kami terbangun. Aku dan istriku tak pernah bisa tertidur. Suara tangisannya makin menjadi-jadi tiap malam. Aku tak mengerti kenapa ia tak mau berhenti menangis. Maksudku, aku mencintainya. Aku memenuhi semua yang ia inginkan. Aku selalu membawakannya boneka. Aku selalu membawakannya bunga. Aku mengunjungi makamnya tiap hari. Apa lagi yang kurang?

***

URBAN LEGEND #9: NO ACCOUNTING FOR TASTE

 

NO ACCOUNTING FOR TASTE

SELERA ORANG BISA BERBEDA

 

Aku mulai memiliki masalah serius dengan teman-teman kerjaku yang baru. Aku sudah mencoba membicarakannya dengan orang tuaku. Mereka mengatakan ini hanya “culture shock”, yang menurutku sangat mungkin, sebab ini adalah pekerjaan pertamaku. Belum lagi sejak kecil, aku selalu “homeschooling” sehingga aku mengakui memang kurang bersosialisasi. Ditambah lagi orang tuaku cukup overprotektif. Namun lama-kelamaan, perilaku teman2 kerjaku ini mulai sangat mengangguku, bahkan membuatku takut.

Maksudku, bukannya teman2ku ini hantu atau monster menakutkan. Bukan seperti itu. Mereka tampak seperti orang normal dan selalu ramah terhadapku. Ketidaknyamananku berasal dari apa yang mereka makan. Setiap hari pukul 12 siang, mereka selalu beristirahat untuk makan siang. Namun aku selalu saja makan sendirian di kubik-ku dan tak pernah bergabung dengan mereka. Sebab aku selalu takut dengan apa yang mereka makan.

Aku pernah menyelidikinya. Aku kadang mengendap-ngendap untuk mencium bau daging yang mereka bawa dari rumah. Bahkan aku pernah sampai mengubek-ubek tempat sampah untuk mencari bekas2 tulang yang tadi mereka santap.

Ketika aku sampai di rumah, selalu saja pertanyaan ini berkecamuk dalam diriku.

Mengapa makanan mereka tak menjerit ataupun menangis seperti makananku?

***

URBAN LEGEND #6: HAIR

 

HAIR

RAMBUT

 

Tiga malam lalu, saat mandi, aku menyadari kamar mandiku tergenang. Rupanya lubang pembuangannya tersumbat oleh segumpal rambut hitam. Ah, rambutku rontok, keluhku dalam hati. Jadi aku menarik rambut itu keluar dan membuangnya ke lubang kloset. Panjangnya sekitar 10 cm.

Dua malam lalu, saluran airku tersumbat kembali. Lagi-lagi ada gumpalan rambut hitam di sana. Aku tak tahu kalau rambut rontokku sudah separah itu. Akupun menariknya keluar lagi dan membuangnya ke lubang kloset. Panjangnya kini bertambah sekitar 30 cm

Kemarin malam, insiden itu kembali terulang. Dengan keheranan aku menarik keluar gumpalan rambut itu. Kali ini aku mulai ketakutan. Panjangnya sudah sekitar 60 cm dan aku tahu rambutku tak sepanjang itu. Dengan buru2 aku segera membuangnya ke lubang kloset.

Malam ini saat mau mandi, aku kembali menemukannya. Oh, tidak lagi! Rambut hitam itu semakin tebal dan dengan kesal aku menariknya.

Akupun segera bergerak mundur dan meninggalkan kamar mandi dengan ketakutan.

Sebab saat aku menarik gumpalan rambut hitam itu ...

Sesuatu menariknya kembali.

***

URBAN LEGEND #7: NO GHOST, JUST ME BEING JERK

 

NO GHOST, JUST ME BEING JERK

TIDAK ADA YANG NAMANYA HANTU, HANYA AKU BERTINGKAH USIL

 

Jadi, di sinilah aku, mengusili orang. Gedung kantor ini sudah tua sehingga memang terlihat angker, apalagi saat malam hari. Jadi kadang2, saat ada yang pulang larut malam, aku sering mengendap-ngendap dan mengusili mereka. Hanya untuk bersenang-senang.

Contohnya seperti saat aku membuka pintu perlahan-lahan malam-malam. Kadang aku menyetel AC hingga super-dingin lalu mengembalikannya ke kondisi normal saat mereka hendak menyelidikinya. Memadamkan lampu secara tiba2 juga menyenangkan. Atau bisa juga menjatuhkan benda dari rak atau berjalan dengan langkah diseret di lorong seperti zombie. Bahkan hal simpel seperti mengetukkan jari ke dinding atau pintu bisa membuat mereka ketakutan setengah mati.

Sangat menyenangkan dan lucu melihat mereka buru2 pulang dengan ketakutan, kadang sampai ada yang berlari ke mobilnya. Ada yang benar2 takut sampai berteriak-teriak, “Ada hantu!!! Ada hantu!!!”. Hahahaha... tapi itu hanya aku kok, bukan hantu. Tak ada yang namanya hantu. Aku bisa jamin itu.

Sebab aku sudah hidup selama 200 tahun dan aku belum pernah melihat hantu sekalipun.

***

URBAN LEGEND #5: DOOR LOCK

 

DOOR LOCK

KUNCI PINTU

Walaupun aku tinggal di apartemen sendirian, aku tak memiliki kebiasaan untuk mengunci pintuku. Aku merasa aman karena aku mengenal dengan baik tetangga2ku. Lagipula tak pernah ada insiden apapun di apartemenku sehingga aku merasa tak perlu mengunci pintuku.

Namun suatu malam, entah mengapa, aku memutuskan untuk menguncinya sebelum aku pergi tidur.

Keesokan harinya, aku menemukan sebuah pesan dari ponselku, dari nomor tak dikenal.

Aku bergidik ngeri ketika membacanya.

Isinya: “Mengapa kamarmu dikunci tadi malam?”

***